Pengalaman adalah guru tebaik videografer

Sering kali kita bertanya. Kok bisa goen rock shoot nya cinematic dan menawan. Kok gambarnya chandra liow keren keren ya. Atau gambar nya ini cakep gambar itu sadis. Sebenernya jawaban paling simple adalah karena mereka sering bikin video. Mau bukti? Coba kalian googling saja video video candraliow yang dahulu. Pasti kalian akan tercengang dan dibenak kalian akan berpikir “Kok jelek ya?”. Atau kalian pecinta vloger coba cari video video casey neistat 3-4 tahun lalu. Maka kalian akan mendapati gambar yang tidak cinematik, tidak terkonsep dan penuh goyangan. Itu lah yang terjadi pada video kita saat ini. Untuk kalian para pemula, berharap dan berusaha untuk menjadikan video kalian bagus sungguh sangat boleh dan sangat disarankan. Namun yang perlu garis bawahi adalah jangan sampai karena kalian merasa video kalian lurang memuaskan lalu kalian berhenti untuk mempublikasikan karya kalian. Kenapa harus dipublikasikan? Agar semua melihat dan ada yang memberikan saran. Jadi seiring berjalanya waktu kritik dan saran dari penonton video kita semakin membangun dan membuat kita memperbaiki kualitas video kita.

BERLATIH

Bagi kalian videografer pemula. Jangan sampai kalian hanya memandangi dan menonton video video milik orang lain. Ambil kamera kalian , tekan tombol record dan buat lah video kalian sendiri. Dengan melihat video orang lain maka kalian akan mendapatkan referensi video yang baik namun dengan berlatih merekam maka kalian akan mendapatkan hasil yang baik. Karena permasalah kita saat ini adalah terlalu sering menonton karya orang lain tanpa mengetahui proses pengerjaanya. Untuk mengetahui prosesnya satu satunya cara adalah dengan membuat yang setara dengan video itu.

GEAR KITA BELUM MEMADAHI

Selalu yang ditanyakan oleh banyak orang kepada seorang videografer adalah “mas itu ngeshot nya pake kamera apa?” “pakai tripod ini bagus nggak” “harus pakai slider ya” bla bla bla. Dengar bertanya ini kalian mengkerdilkan diri kalian dan meremehkan skill videografer video yang kalian lihat. Dengan mempertanyakan gear yang digunakan sama saja secara tidak langsung kalian berkata “kalau dia tidak menggunakan itu pasti hasilnya nggak gitu” padahal untuk penggunaan alat keahlian video grafer sangat diperlukan. Misalnya penggunaan stedy cam, untuk mereka para pemula menggunakan stedy cam hanya merubah gambar yang awal nya shaky menjadi bergoyang ke kanan dan kekiri. Tp untuk yang profesional. Penggunaan stedy cam bisa mengurangi shaky dan lebih smooth. Maka jangan pertanyakan gear yang mereka gunakan. Tp bertanyalah bagaimana cara mengambil shoot itu. Dengan begitu kita menghargai dan mengakui skill dari sang video grafer.

Maka bagi kalian yang ingin merekam video. Teruslah berlatih. Tingkatkan jumlah video yang kalian buat. Gunakan dan maksimalkan alat yang ada. Jangan menunggu alat yang lengkap. Karena kelengkapan alat tidak menjamin bagusnya karya. Dan yang pasti jangan hanya menonton mereka yang berkarya. Jadilah bagian dari mereka yang berkarya

author
No Response

Leave a reply "Pengalaman adalah guru tebaik videografer"